Parepareinformasi.com, Parepare - Kepala Dinas Pendidikan Kota Parepare, Makmur Husein, membuka sekaligus menjadi pemateri dalam kegiatan pelatihan bertema “Pembelajaran Mendalam, Loding, dan Kecerdasan Artifisial bagi Pendidik PAUD Kota Parepare Tahun 2025”, yang digelar di Balai Ainun Habibie, Senggol, Kelurahan Mallusetasi, Kecamatan Ujung, Kota Parepare, Kamis (23/10/2025).
Dalam sambutannya, Makmur menegaskan pentingnya memberi ruang kepada guru untuk terus meningkatkan kompetensinya. Ia mengapresiasi para guru PAUD yang hadir dengan semangat mengikuti pelatihan tersebut.
“Saya beri label guru-guru hebat bagi peserta hari ini, karena mereka punya motivasi dan kesadaran untuk belajar lebih dalam tentang pembelajaran mendalam dan teknologi kecerdasan artifisial,” ujar Makmur.
Makmur juga menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini sejalan dengan program prioritas Kementerian Pendidikan yang menekankan pembelajaran bermakna dan berbasis teknologi. Ia berharap pelatihan ini menjadi sarana bagi guru PAUD untuk memahami konsep learning by doing serta pemanfaatan AI dalam proses belajar anak usia dini.
Dalam kesempatan itu, Makmur turut melaporkan progres program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Parepare. Menurutnya, dari total 38.000 anak yang menjadi sasaran, sudah sekitar 18.000 anak atau hampir 50 persen yang telah mendapatkan manfaat program tersebut.
“Parepare lebih cepat dibanding rata-rata nasional yang baru mencapai 30 persen. Ini karena kolaborasi dan kepedulian bersama,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan agar pengelolaan makanan bergizi di sekolah dilakukan dengan hati-hati dan higienis untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.
“Kalau nasi sudah basi, jangan disajikan. Perhatikan aroma dan kondisi makanan sebelum diberikan kepada anak-anak,” pesannya.
Lebih lanjut, Makmur menyoroti pentingnya partisipasi orang tua dan aparat kelurahan dalam memastikan anak usia 5 tahun telah masuk ke jenjang PAUD. Hal ini, kata dia, bagian dari target Wajib Belajar 13 Tahun yang kini mencakup pendidikan anak usia dini.
“Kalau ada anak usia 5 tahun belum terdaftar di TK, tolong diarahkan. Ini menjadi tanggung jawab kita bersama,” imbaunya.
Makmur juga mengungkapkan bahwa sejumlah TK di Parepare telah mendapatkan fasilitas digital dari pemerintah, seperti televisi pintar berukuran 75 inci, sebagai bagian dari program digitalisasi pendidikan. Namun, ia menegaskan bahwa bantuan tersebut hanya diberikan kepada sekolah yang memiliki bangunan permanen dan bersertifikat atas nama yayasan.
“Tidak ada pilih kasih. Semua yang memenuhi syarat pasti akan mendapat bantuan. Sertifikat dan kondisi bangunan menjadi syarat utama,” tegasnya.
Kegiatan ini berlangsung selama dua hari dan diikuti oleh pendidik PAUD dari seluruh kecamatan di Kota Parepare dengan tujuan memperkuat literasi digital dan kemampuan adaptasi guru terhadap perkembangan teknologi dalam dunia pendidikan anak usia dini. (*)
