Notification

×

Iklan

Iklan

Kemenag: Awal Syakban 1442 H Jatuh Pada Hari Senin 15 Maret 2021

Senin, 15 Maret 2021 | Maret 15, 2021 WIB Last Updated 2021-03-15T04:27:13Z

 

ilustrasi foto : freepik/jcomp
PAREPAREINFORMASI.COM - Kementerian Agama Republik Indonesia melakukan pemantauan atau rukyatul hilal penentuan awal bulan Syakban 1442 Hijriah. Hal itu disampaikan oleh kepala Sub Direktorat Hisab Rukyat dan Syariah Kemenag Ismail Fahmi, pada Minggu (14/3) malam.


Ismail mengatakan, Rukyatul Hilal dilaksanakan pada setiap tanggal 29 bulan Kamariah, yang dilaksanakan di tempat khusus untuk melihat hilal yaitu Pos Observasi Bulan (POB). 


Kegiatan tersebut dilakukan oleh tim ahli dari Sub Direktorat Hisab Rukyat dan Syariah dan dengan didukung oleh alat-alat yang canggih dan modern seperti teleskop dan theodolit.


“Kami dan tim melakukan rukyatul hilal untuk menentukan awal Syakban 1442 H sejak hari Sabtu sampai Senin tanggal 13-15 Maret 2021, yang bertepatan dengan tanggal 29 Rajab 1442 H. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Pos Observasi Bulan (POB) Cibeas, Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat,” katanya.


Ismail menjelaskan, data hisab awal Syakban ijtima terjadi pada hari Sabtu tanggal 13 Maret 2021 pukul 17:24 WIB. Hilal berada pada ketinggian 01° 39' 14" dengan Elongasi 04° 57' 19". Dan berdasarkan hasil rukyatul hilal pada hari Sabtu 13 Maret 2021, cuaca mendung dan hilal tidak terlihat, sehingga bulan Rajab 1442 H disempurnakan menjadi 30 hari dan awal bulan Syakban 1442 Hijriyah bertepatan pada hari Senin tanggal 15 Maret 2021 M.


Rukyatul hilal dilanjutkan pada tanggal 30 Rajab 1442 H yg bertepatan dengan tanggal 14 Maret 2021 untuk mendapatkan hasil citra hilal, “alhamdulillah tim kami dapat terlihat dan terekam oleh charge-coupled device (CCD), dan pada pukul 18:27 WIB hilal dapat terlihat dengan mata (tanpa bantuan alat). Pada Minggu 14 Maret 2021 di tempat yang sama pada saat maghrib,” ungkap Ismail.


“Kementerian Agama terus berupaya memberikan pelayanan kepada masyarakat terkait data hisab dan penetapan awal bulan Kamariah,” pungkasnya.(anty)



Sumber : Bimasislam

×
Berita Terbaru Update