Notification

×

Iklan

Iklan

3 Jenazah Pasien Covid-19 yang Hilang di TPU Bilalange Parepare Ditemukan di Pinrang

Selasa, 16 Maret 2021 | Maret 16, 2021 WIB Last Updated 2021-03-16T01:47:04Z

 

Ilustrasi pemakaman jenazah yang wafat akibat terinfeksi virus corona (AFP/BAY ISMOYO)

PAREPAREINFORMASI.COM - Tiga dari tujuh jasad covid-19 yang semula hilang dari pemakaman khusus covid-19 di Bilalange, Kelurahan Lemoe, Kecamatan Bacukikki, Kota Parepare, sejak Kamis, (11/3/2021), kini telah diketahui keberadaannya. Yakni di Kabupaten Pinrang.

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Polisi E Zulpan menjelaskan, orang-orang yang terlibat dalam kasus pengambilan tiga jasad asal Kabupaten Pinrang itu saat ini sementara pemeriksaan di Mapolres Parepare.

“Ada beberapa orang yang terlibat dalam kasus pengambilan tiga jasad asal Pinrang itu, masih kerabat dari tiga jasad tersebut. Kini mereka jalani pemeriksaan di Mapolres Parepare. Akan menyusul lagi penetapan tersangka baru,” kata Zulpan, Senin (15/3/2021) dikutip merdeka.com Selasa (16/3/2021).

 

Zulpan menambahkan, keseluruhannya ada tujuh jasad yang hilang di pemakaman khusus covid-19 di Parepare itu. Awalnya, ada empat jasad yang berhasil ditemukan keberadaannya, telah dikuburkan di pemakaman keluarga jasad tersebut di Parepare. Dari kasus empat jasad ini, telah ditetapkan enam tersangka. Kemudian, sisanya tiga jasad berhasil ditemukan, juga telah dikuburkan kembali oleh keluarganya di Kabupaten Pinrang.



“Para tersangka ini disangkakan melanggar pasal 180 KUHP dengan ancaman 1 tahun, 4 bulan penjara dan pasal 93 UU RI No 6 tahun 2018 tentang karantina kesehatan ancaman 1 tahun penjara,” ujarnya.


Para tersangka itu, kata Zulpan, tidak ditahan karena ancaman pidananya di bawah 5 tahun, juga karena mereka bersikap kooperatif dalam pemeriksaan. Tetapi, lanjutnya, mereka kini dalam pemeriksaan medis dan jalani isolasi mandiri untuk mengantisipasi penularan covid-19 jika terbukti mereka positif covid-19.

 

“Jasad covid-19 yang mereka ambil paksa itu rata-rata sudah 40 hari. Motifnya antara lain karena mengikuti amanah almarhum dan almarhumah untuk dikuburkan di pemakaman keluarga, juga karena mengikuti mimpi yang katanya didatangi oleh almarhum, almarhumah yang meminta kuburannya dipindahkan,” jelas E Zulpan.


Ditambahkan, tujuh jasad yang sudah terlanjur dipindahkan kuburannya itu sementara ini belum dikembalikan ke pemakaman covid-19 di Parepare.


“Kita masih menunggu hasil koordinasi dengan pihak satgas covid-19 karena semua ada prosedurnya untuk memindahkan kembali jasad itu atau bagaimana. Pasca kejadian ini, patroli di pemakaman itu lebih diintensifkan lagi dan ini telah diinstruksikan Kapolda Sulsel ke 24 Polres di Sulsel,” pungkasnya.(eko)

 

 

 

Artikel ini telah tayang di Merdeka.com pada Senin, 15 Maret 2021 | 15:17

×
Berita Terbaru Update