Notification

×

Rapat Koordinasi Digelar, Sengketa Masjid di Barru Diselesaikan Secara Damai

Rabu, 25 Maret 2026 | 16.50 WIB Last Updated 2026-03-25T08:50:57Z


Parepareinformasi.com, Barru - Pemerintah Kabupaten Barru menggelar rapat koordinasi dan mediasi terkait persoalan yang sempat mencuat menjelang Idulfitri di Masjid Nurut Tajdid, kompleks BTN Pepabri. Rapat berlangsung di Ruang Data Kantor Bupati Barru, Rabu (25/3/2026).

Rapat yang dipimpin oleh Plh. Sekretaris Daerah Kabupaten Barru Abubakar. S. Sos. M. Si, tersebut mempertemukan berbagai pihak guna mencari solusi yang menyejukkan dan menjaga kondusivitas ditengah masyarakat.

Dalam rapat tersebut disepakati bahwa pelaksanaan ibadah salat tetap berjalan seperti biasa di Masjid Nurut Tajdid. 

Plh. Sekda Barru mengapresiasi semua pihak yang berkomitmen menjaga kondusifitas sehingga kenyamanan dan ketertiban tetap terkendali. 

"Semua pihak juga diimbau untuk menahan diri serta mengedepankan persatuan, kebersamaan, dan ukhuwah Islamiyah, khususnya dalam momentum pasca ramadhan dan Idulfitri",harap Sekda. 

Terkait persoalan kepemilikan aset masjid, disepakati bahwa hal tersebut akan ditempuh melalui jalur hukum untuk menguji keabsahannya. Kedua pihak, baik pengurus masjid maupun pihak organisasi Muhammadiyah, dipersilakan menunjukkan bukti-bukti yang dimiliki melalui lembaga peradilan sesuai ketentuan yang berlaku.

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Barru, Ahmad Jamaluddin pada kesempatan tersebut juga mengklarifikasi sekaligus menegaskan bahwa informasi yang sempat beredar di media yang menyebut Barru sebagai daerah intoleran tidaklah benar.

“Barru adalah daerah yang sangat toleran. Apa yang terjadi beberapa hari lalu hanyalah miskomunikasi dan kurangnya koordinasi di antara pihak-pihak terkait,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Pengurus Masjid Nurut Tajdid BTN Pepabri, H. Suaib Arifin yang menekankan pentingnya menjaga kebersamaan serta tidak memperbesar persoalan yang dapat memecah belah masyarakat.

Rapat koordinasi ini diharapkan menjadi langkah bersama untuk meredakan situasi sekaligus memperkuat semangat persaudaraan di tengah masyarakat Barru, sehingga ibadah dan kehidupan sosial tetap berlangsung dalam suasana damai dan penuh kebersamaan.

Seperti diketahui, menjelang pelaksanaan shalat idulfitri, jamaah dari Muhammadiyah bermaksud melaksanakan salat idulfitri pada hari Jumat, 20/3/2026 dan di masjid Nurut Tajdid dan mendapat penolakan dari jamaah non muhammadiyah yang akan melaksanakan salat idulfitri pada hari Sabtu 21/3/2026.

Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan pemerintah kecamatan bersama aparat TNI-Polri turun kelokasi untuk mengamankan situasi uang berpotensi terjadinya gesekan. 

Turut hadir dalam rapat tersebut antara lain: Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Barru, Kepala Badan Kesbangpol Barru, Kasat Pol PP, Damkar dan Penyelamatan, Kepala Kantor Kementerian Agama Barru, Kasat Intel Polres Barru, Kasi Intel Kejaksaan Negeri Barru, Kabag Pemerintahan Setda Barru, Kabag Kesra Setda Barru, Kabag Hukum Setda Barru, Ketua FKUB Barru, Camat Barru, Kapolsek Barru, Danramil 1405-06 Barru, Lurah Coppo, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Barru, serta Ketua Pengurus Masjid Nurut Tajdid BTN Pepabri.
×
Berita Terbaru Update