Notification

×

Iklan

Iklan

Keseringan Selfie Tanda Kamu Alami Gangguan Mental

Senin, 23 November 2020 | November 23, 2020 WIB Last Updated 2020-11-23T02:45:26Z

 

Ilustrasi selfie (Foto : Halayalex via Freepik)

PAREPAREINFORMASI.COM - Melakukan selfie atau memotret diri sendiri sebenarnya adalah hal umum yang dilakukan setiap orang. Tapi kalau dilakukan secara berlebihan, hal ini ternyata berkaitan dengan masalah psikologis.

Menurut The Sun, orang yang gemar melakukan selfie disebut selfitis. Peneliti dari Notthingham Trent University menemukan beberapa faktor penyebab motivasi seorang selfitis melakukan selfie. Hasilnya adalah karena memerlukan dorongan kepercayaan diri, mencari perhatian, memperbaiki mood, dan agar populer di mata teman-temannya.

Para ahli telah membuat Selfitis Behaviour Scale yaitu skala perilaku akibat selfitis yang digunakan untuk mengetahui seberapa parah orang telah terkena dampak ini. 
Pengujian melibatkan sekitar 400 partisipan dari India. 

Pengujian skala ini dilakukan di India, karena negara ini memiliki pengguna facebook dan pengguna tewas terbanyak akibat mencoba selfie di tempat berbahaya. Bedasarkan penelitian, ditemukan tiga level orang yang memiliki kecenderungan selfitis akut.

Hasil penelitian yang diterbitkan di International Journal of Mental Health and Addiction, menyebutkan ada tiga level orang selfitis, yaitu tahap kelewat batas, akut, dan kronis.

Tahap kelewat batas adalah fase orang yang gemar melakukan selfie setidaknya tiga kali sehari untuk dirinya sendiri. Sedangkan tahap akut adalah keseringan selfie dan mempostingnya ke sosial media untuk mendapat perhatian teman-temannya. 

Kemudian tahap akhir adalah kronis, yaitu fase dimana seseorang tidak mampu menahan godaan untuk melakukan selfie lebih dari enam kali dalam sehari.

Mark Griffiths, salah seorang profesor dari Nottingham Trent University, mengatakan “Gejala selfitis ini telah diklasifikasikan sebagai kelainan mental oleh American Psychiatric Association.”

Selfitis juga berhubungan dengan beberapa kelainan jiwa. Menurut Psychology Today, kebanyakan selfie juga dapat menyebabkan penyakit seperti narsisme, psikopatisme, dan obsesivitas diri sendiri.

Narsisme adalah gangguan mental yang menyebabkan penderitanya hanya peduli pada dirinya sendiri. Orang yang memiliki gejala ini ingin selalu dikagumi orang lain dan merasa berhak akan hal itu.

Sedangkan psikopatisme adalah kelainan mental dimana penderitanya kurang memiliki empati dan gemar memanipulasi orang lain untuk kepentingan pribadinya. 

Ciri lain dari psikopat adalah sombong, narsis, dan suka memanfaatkan orang lain.Lalu obsesivitas diri sendiri adalah kecenderungan untuk melihat diri sendiri sebagai objek seksual bagi orang lain. Orang yang memiliki gejala ini cenderung memperhatikan penampilan fisik mereka dan menempatkan harga diri mereka pada tampilan tubuh.

Sumber : Kumparan.com


×
Berita Terbaru Update