Inovasi yang dikembangkan melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Barru ini menjadi salah satu upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pelayanan administrasi kependudukan, khususnya pemenuhan hak identitas anak sejak lahir.
Dalam pemaparannya di hadapan Tim Panel Independen, Bupati Barru menegaskan bahwa kelahiran seorang anak bukan hanya menjadi peristiwa membahagiakan bagi keluarga, tetapi juga merupakan awal dari tanggung jawab negara untuk menjamin hak identitas dan perlindungan hukum bagi setiap anak.
“Bagi kami di Kabupaten Barru, kelahiran seorang anak bukan hanya peristiwa yang membahagiakan keluarga, tetapi juga awal dari tanggung jawab negara untuk menjamin hak identitas dan perlindungan hukumnya,” ungkap Bupati.
Menurutnya, SIKECIL BERAKTA lahir dari kebutuhan untuk menghadirkan pelayanan publik yang lebih dekat, mudah, cepat, dan terintegrasi. Inovasi ini mulai diimplementasikan pada 7 Juli 2023 sebagai solusi atas tantangan pengurusan akta kelahiran yang sebelumnya mengharuskan keluarga mengurus dokumen secara terpisah ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.
Menjawab Tantangan Pelayanan dengan Transformasi Digital
Bupati menjelaskan, pada 2022, dari 53.071 anak usia 0–18 tahun di Kabupaten Barru, masih terdapat 3.335 anak yang belum memiliki akta kelahiran. Saat itu, cakupan kepemilikan akta kelahiran tercatat sebesar 93,72 persen.
Kondisi tersebut mendorong Pemerintah Kabupaten Barru melakukan perubahan mendasar dalam pola pelayanan, bukan sekadar memindahkan proses administrasi ke media digital, melainkan membangun sistem yang mengintegrasikan keluarga, fasilitas kesehatan, dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil dalam satu alur pelayanan.
Melalui SIKECIL BERAKTA, keluarga menyerahkan persyaratan kepada petugas fasilitas kesehatan tempat persalinan. Petugas kemudian memeriksa kelengkapan dan mengunggah dokumen, selanjutnya admin Dukcapil melakukan verifikasi dan validasi. Setelah persyaratan dinyatakan lengkap, dokumen diproses hingga akta kelahiran diterbitkan.
Pengembangan inovasi ini dilakukan secara bertahap. Pada 2023, pelayanan mulai memanfaatkan email, kemudian diperkuat melalui penggunaan WhatsApp dan kemitraan dengan fasilitas kesehatan pada 2024. Selanjutnya, pada 2025, SIKECIL BERAKTA dikembangkan menjadi aplikasi berbasis website untuk mendukung proses pelayanan yang semakin terintegrasi.
Pemerintah Kabupaten Barru menargetkan cakupan kepemilikan akta kelahiran mencapai 99 persen pada 2026.
Cakupan Akta Kelahiran Meningkat, Pelayanan Semakin Mudah
Bupati Barru juga memaparkan perkembangan capaian SIKECIL BERAKTA yang menunjukkan peningkatan cakupan kepemilikan akta kelahiran di Kabupaten Barru.
Dari 93,72 persen pada 2022, cakupan kepemilikan akta kelahiran meningkat menjadi 98,41 persen. Sementara itu, jumlah anak yang belum memiliki akta kelahiran menurun dari 3.335 menjadi 858 anak.
Capaian tersebut menjadi bagian dari upaya percepatan administrasi kependudukan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Barru melalui berbagai program dan kolaborasi lintas sektor, termasuk pelaksanaan inovasi SIKECIL BERAKTA.
Bagi masyarakat, inovasi ini memberikan kemudahan dalam mengurus dokumen kependudukan sejak kelahiran anak, mengurangi kebutuhan untuk mendatangi berbagai kantor pelayanan, serta membantu keluarga memperoleh kepastian administrasi kependudukan secara lebih praktis.
Untuk memastikan keberlanjutan dan efektivitasnya, SIKECIL BERAKTA dilengkapi mekanisme monitoring dan evaluasi melalui dashboard yang memuat rekapitulasi penerbitan dokumen, jumlah pengajuan, transaksi setiap fasilitas kesehatan, perkembangan cakupan kepemilikan akta kelahiran, serta umpan balik dari petugas.
Monitoring tersebut melibatkan operator fasilitas kesehatan, admin Dukcapil, dan superadmin sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas pelayanan sekaligus melakukan perbaikan secara berkelanjutan.
“Prinsip kami sederhana, pelayanan yang baik bukan pelayanan yang tidak pernah menghadapi kendala, tetapi pelayanan yang terus belajar dan memperbaiki diri,” demikian disampaikan dalam pemaparan inovasi tersebut.
Perluas Jejaring dan Dorong Replikasi Inovasi
Selain menunjukkan dampak terhadap pelayanan administrasi kependudukan, SIKECIL BERAKTA juga terus memperluas jejaring kerja sama dengan fasilitas kesehatan.
Jika pada 2024 jejaring pelayanan melibatkan dua fasilitas kesehatan, pada 2026 jumlahnya meningkat menjadi 13 fasilitas kesehatan.
Perluasan tersebut menjadi modal penting untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan sekaligus memperkuat kesiapan inovasi untuk direplikasi di daerah lain.
Pemerintah Kabupaten Barru berkomitmen melanjutkan pengembangan SIKECIL BERAKTA melalui standardisasi proses, dokumentasi, penguatan kapasitas operator, serta transfer pengetahuan agar inovasi ini dapat menjadi referensi bagi daerah lain dalam membangun pelayanan administrasi kependudukan yang terintegrasi.
Bupati Barru berharap SIKECIL BERAKTA tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat Kabupaten Barru, tetapi juga dapat menjadi inspirasi bagi pemerintah daerah lainnya dalam menghadirkan pelayanan publik yang semakin mudah dijangkau, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Dihadiri Tim Panel Independen dan Jajaran Pemerintah Daerah
Tahap presentasi dan wawancara ini merupakan bagian dari penilaian terhadap SIKECIL BERAKTA sebagai finalis Top Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2026 dalam KIPP PRO Tematik yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB).
Penilaian dilaksanakan oleh Tim 2 Kategori Elektronik dan Multikanal yang terdiri atas Prof. Dr. Eko Prasojo, Mag.rer.publ. dari Universitas Indonesia; Dr. Drs. Teguh Setyabudi, M.Pd., Direktur Jenderal Dukcapil Kementerian Dalam Negeri; Mira Tayyiba, S.T., M.S.E.E., dari Kementerian Komunikasi dan Digital; Dr. Agus Sudrajat, S.Sos., M.A., dari Lembaga Administrasi Negara; serta Ahmad Toriq dari Kumparan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Barru, Ketua Lembaga Riset Kebijakan Publik ITBA Al Gazali Barru, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Asisten Administrasi Umum, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Tenaga Kerja, Kepala Dinas Kesehatan, Direktur RSUD La Patarai, Kepala Bagian Organisasi Sekretariat Daerah, Tim Fasilitasi dan Pendampingan Inovasi Pelayanan Publik Kabupaten Barru, serta inovator SIKECIL BERAKTA.
Melalui inovasi SIKECIL BERAKTA, Pemerintah Kabupaten Barru terus mendorong transformasi pelayanan publik yang tidak hanya berbasis teknologi, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam memastikan setiap anak memperoleh hak identitas sejak lahir.
