Notification

×

Cek Kondisi Sawah di Tengah Kemarau, Bupati Sidrap Petakan Kebutuhan Air Petani

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20.29 WIB Last Updated 2026-08-15T12:31:44Z


Parepareinformasi.com, Sidrap - Bupati Sidenreng Rappang turun langsung mengecek kondisi persawahan petani di Kecamatan Panca Rijang dan Kecamatan Watang Sidenreng, Selasa sore (11/8/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memantau kondisi tanaman padi sekaligus memetakan kebutuhan sarana pengairan agar lahan pertanian tetap produktif dan petani tidak mengalami kendala akibat keterbatasan air di musim kemarau ini.

Didampingi Kepala Dinas PSDA Andi Safari Renata dan Kabid Bina Manfaat PSDA Abdul Rahman, Bupati menyusuri pematang sawah dan berdialog langsung dengan petani serta kelompok tani setempat. 

Ia melihat kondisi tanaman padi yang sebagian masih bertahan berkat dukungan sumur bor listrik, sementara sebagian lainnya terdampak kekeringan.

"Alhamdulillah karena bor listriknya ada, jadi pertanamannya selamat. Ini ada beberapa yang selamat, ada juga beberapa yang sudah kering. Tapi ini jadi pelajaran buat kita semua," ujar Bupati di hadapan kelompok tani.

Bupati menyampaikan, hasil peninjauan tersebut menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat ketersediaan air bagi sawah, khususnya lahan tadah hujan yang rentan terdampak kemarau.

Ia menjelaskan, bor yang tersedia di Kadidi saat ini telah digunakan oleh Kelompok Tani 3 sehingga belum mampu menjangkau seluruh areal yang membutuhkan pengairan.

"Karena kelompok tani 3 bor-nya sudah dipakai. Nanti insya Allah kalau ada rezekinya kita usahakan ada bor yang mandiri lagi. Kita juga akan tambah minimal satu bor untuk lima sampai tujuh hektare," jelasnya.

Menurut Bupati, pemetaan kebutuhan bor di setiap wilayah menjadi langkah penting agar bantuan sarana air dapat diberikan sesuai tingkat kerawanan kekeringan.

"Kita petakan. Yang rawan kekeringan kita dahulukan. Target kita, dua sampai tiga tahun ke depan tidak ada lagi cerita sawah gagal karena tidak ada air," tegasnya.

Ia juga menyoroti kondisi sawah Kadidi yang meski merupakan sawah tadah hujan, memiliki potensi besar karena berada di lokasi strategis.

"Ini pelajaran. Karena Kadidi ini sawah tadah hujan tapi lokasinya pinggir jalan. Sayang kalau kita biarkan kering terus. Ke depan kita benahi, kita tambah sarana airnya," ujarnya.

Selain mengecek kondisi persawahan, Bupati juga melihat aktivitas petugas PLN yang tengah melakukan penambahan daya trafo di wilayah Kenyuaara, Lingkungan Pajalele. 

Pekerjaan tersebut dilakukan untuk meningkatkan kapasitas listrik yang mendukung kebutuhan masyarakat dan pengoperasian pompa air persawahan.

"Tim PLN sementara menambah daya trafo di Kenyuaara, Lingkungan Pajalele. Kapasitasnya dari 50 KVA menjadi 100 KVA. Semua kita usahakan, yang penting sawah kita bisa selamat," katanya.

Bupati menegaskan, upaya menjaga produktivitas pertanian membutuhkan dukungan bersama, mulai dari penyediaan sarana pengairan hingga penguatan infrastruktur pendukung.

Para petani menyambut baik perhatian pemerintah daerah tersebut dan berharap penambahan fasilitas pengairan dapat membantu menjaga hasil pertanian, terutama saat musim kemarau berlangsung.

×
Berita Terbaru Update