Kegiatan tersebut menjadi momentum memperkuat komitmen pemerintah dalam menjaga keberlanjutan produksi pangan melalui percepatan tanam, peningkatan produktivitas, serta dukungan sarana dan prasarana pertanian.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati menegaskan bahwa panen yang langsung dilanjutkan dengan penanaman kembali merupakan langkah nyata menjaga kesinambungan produksi pangan.
"Hari ini kita mendapatkan banyak berkah. Kita panen, kemudian langsung menanam kembali, menerima bantuan pompa, dan tentu ini menjadi semangat baru bagi petani Barru," ujarnya.
Abustan juga menyampaikan usulan kepada PT Pupuk Indonesia agar membangun stockpile atau gudang pupuk di Kabupaten Barru. Menurutnya, Barru memiliki posisi strategis sebagai daerah penyangga pertanian di Sulawesi Selatan dan didukung keberadaan pelabuhan yang representatif.
Keberadaan gudang pupuk tersebut diharapkan mampu mengurangi antrean pembongkaran pupuk di Makassar sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan pelabuhan daerah yang telah dibangun dengan investasi besar.
Selain itu, ia mengingatkan agar seluruh bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), khususnya pompa air, dimanfaatkan secara adil oleh seluruh anggota kelompok tani sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara merata.
Wakil Bupati juga menginstruksikan Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Barru untuk segera mengidentifikasi kebutuhan pompa air di lapangan dan mengusulkan tambahan bantuan kepada Kementerian Pertanian. Untuk mengantisipasi keterbatasan pasokan solar, ia mendorong pemanfaatan pompa listrik pada wilayah yang telah terjangkau jaringan PLN.
Dalam upaya meningkatkan pendapatan petani, Abustan mengajak masyarakat memanfaatkan pematang sawah untuk menanam komoditas bernilai ekonomis seperti pisang. Ia juga mendorong petani mengandangkan ternak sapi sehingga kotorannya dapat diolah menjadi pupuk organik (bokashi) guna mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia.
Menurutnya, kemandirian sektor pertanian harus terus dibangun melalui sinergi yang kuat antara petani dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) agar produktivitas tetap terjaga dalam berbagai kondisi.
Pada kesempatan tersebut, Wakil Bupati turut memberikan edukasi kepada para petani mengenai kewajiban setelah panen. Ia mengingatkan petani yang telah memiliki kemampuan ekonomi agar menunaikan zakat pertanian melalui Baznas serta segera melunasi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sebelum hasil penjualan gabah habis digunakan untuk kebutuhan lainnya.
Abustan juga menyampaikan apresiasi kepada Menteri Pertanian RI atas berbagai program yang telah dialokasikan ke Kabupaten Barru, mulai dari Optimasi Lahan (OPLA), Brigade Pangan, bantuan alat dan mesin pertanian, hingga berbagai program strategis lainnya.
Menurutnya, di tengah kebijakan efisiensi anggaran pemerintah, dukungan Kementerian Pertanian menjadi penguat pembangunan sektor pertanian sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani Barru.
Sebelumnya, Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian RI sekaligus PJ Swasembada Pangan Sulsel, Muhammad Taufiq Ratule, menegaskan bahwa keberhasilan Indonesia mencapai swasembada pangan pada tahun 2025 merupakan hasil kerja bersama seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, TNI-Polri, penyuluh pertanian, BUMN, sektor swasta hingga para petani yang bekerja dalam satu komando mendukung program swasembada pangan.
Ia menegaskan bahwa tantangan ke depan bukan hanya mempertahankan swasembada pada tahun 2026, tetapi memastikan keberlanjutannya melalui peningkatan produktivitas. Untuk itu, Kementan memfokuskan program intensifikasi melalui penerapan Pertanian Modern Advanced Agricultural System (PMAAS) yang mengintegrasikan teknologi budidaya modern sehingga mampu meningkatkan produktivitas hingga sekitar 50 persen.
Menurutnya, Kabupaten Barru mendapat target pengembangan PMAAS seluas sekitar 2.280 hektare. Seluruh penyuluh pertanian juga diminta terus mengawal peningkatan Luas Tambah Tanam (LTT), menjaga indeks pertanaman, serta memastikan proses tanam berlangsung setiap bulan agar produksi pangan terus meningkat.
Mengakhiri sambutannya, Muhammad Taufiq Ratule mengapresiasi kontribusi Sulawesi Selatan sebagai lumbung pangan terbesar keempat di Indonesia, termasuk Kabupaten Barru yang dinilai memberi kontribusi nyata terhadap peningkatan produksi pangan nasional.
Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penyerahan bantuan 10 unit pompa air dari Kementerian Pertanian RI secara simbolis kepada sepuluh kelompok tani di Kabupaten Barru. Bantuan tersebut ditujukan untuk mengantisipasi dampak El Nino sekaligus mendukung percepatan LTT Musim Tanam III Tahun 2026.
Turut hadir Tenaga Ahli Menteri Pertanian Bidang Lingkungan Pertanian, Anggota DPRD Sulawesi Selatan Hj. Nurhasbiah Main, perwakilan Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pertanian, Wakapolres Barru, perwakilan Kodim 1405/Parepare, Manager Regional IV.A PT Pupuk Indonesia, Kepala BPS Kabupaten Barru, Pimpinan Perum Bulog Cabang Parepare, Pimpinan Bank Mandiri Cabang Barru, Camat Tanete Rilau, Ketua KTNA Kabupaten Barru, Kepala Desa Corawali, Kepala Desa Lalabata, Katimker Penyuluh Pertanian Kabupaten Barru, para PPL, kelompok tani se-Kecamatan Tanete Rilau, kelompok tani penerima bantuan, mahasiswa KKN Universitas Hasanuddin, serta para undangan lainnya.
