Notification

×

Wabup Barru Buka Festival Mappadendang dan Tari Sere Api, Dorong Budaya Gattareng Mendunia

Minggu, 26 Juli 2026 | 14.26 WIB Last Updated 2026-07-26T06:26:41Z


Parepareinformasi.com, Barru – Wakil Bupati Barru , Abustan A. Bintang, mewakili Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari membuka secara resmi Festival Mappadendangan dan Tari Sere Api yang digelar di Lapangan Dusun Lempang, Desa Gattareng, Kecamatan Pujananting, Sabtu malam (25/7/2026).

Mengawali sambutannya, Abustan menyampaikan apresiasi kepada panitia dan masyarakat Desa Gattareng yang berhasil menyelenggarakan festival budaya dengan meriah serta melibatkan seluruh elemen masyarakat.

"Festival seperti ini harus dikenal lebih luas. Saya minta videonya diviralkan melalui media sosial, Instagram, Facebook hingga TikTok. Anak-anak KKN juga punya tugas membantu mempromosikan kegiatan ini agar dunia mengetahui kekayaan budaya Gattareng," ujarnya.

Abustan menegaskan bahwa Mappadendang bukan sekadar tradisi, melainkan wujud rasa syukur masyarakat atas hasil panen yang melimpah. Ia menyebut tingginya harga gabah saat ini yang mencapai Rp.7.400 / Kg menjadi kabar baik bagi para petani dan menjadi bukti bahwa sektor pertanian memiliki kontribusi besar terhadap kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, budaya Mappadendang yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda ini harus terus dijaga, dilestarikan, dan diwariskan kepada generasi muda sebagai bagian dari identitas Desa Gattareng. Ia mengapresiasi masyarakat Gattareng karena di tengah pertemuan budaya dari berbagai wilayah seperti Bone, Maros, dan Pangkep, dinilai mampu mempertahankan adat istiadat serta tradisi leluhur secara turun-temurun.

"Kalau budaya kita hilang, masa depan juga akan kehilangan jati dirinya. Karena itu budaya harus tetap dipelihara dan menjadi kebanggaan bersama," tegasnya.

Pada momen ini, Abustan juga menyoroti besarnya potensi Desa Gattareng sebagai kawasan wisata berbasis budaya. Ia meminta Dinas Pariwisata bersama Dinas Pertanian Kab. Barru menyusun langkah strategis agar kekayaan budaya, potensi pertanian, panorama alam, serta produk unggulan masyarakat dapat dikembangkan secara terpadu menjadi destinasi wisata yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, Gattareng memiliki berbagai potensi yang layak dipromosikan, mulai dari hamparan persawahan, kawasan pegunungan, hingga produk unggulan seperti Kopi Gattareng dan dodol kacang khas yang memiliki cita rasa unik yang bernilai ekonomi tinggi.

"Jika budaya dijaga, pariwisatanya berkembang, UMKM tumbuh, maka ekonomi masyarakat juga akan bergerak. Semua potensi ini harus dikelola secara bersama agar memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat," ujarnya

Abustan juga mengingatkan pentingnya mempertahankan nilai gotong royong yang selama ini menjadi bagian tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat pedesaan. Ia mengajak seluruh warga untuk terus menjaga persatuan, memperkuat solidaritas, serta tidak membiarkan budaya saling membantu semakin memudar.

Selain itu, memasuki musim kemarau, Abustan mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama yang disebabkan oleh penggunaan kompor maupun korsleting listrik akibat pengisian daya telepon genggam yang tidak aman.

Pada kesempatan yang sama, Abustan menyampaikan apresiasi kepada Nur Amin, S.Pd selaku penggiat pelestari budaya beserta seluruh panitia yang telah menginisiasi penyelenggaraan festival. Ia mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Barru akan memberikan penghargaan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dalam menjaga dan melestarikan budaya lokal.

Mengakhiri sambutannya, Abustan berharap Festival Mappadendang dan Tari Sere Api dapat terus diselenggarakan secara berkelanjutan sebagai agenda budaya unggulan Kabupaten Barru sekaligus menjadi daya tarik wisata yang mampu meningkatkan perekonomian masyarakat.

Sementara itu, Penggiat Pelestari Budaya Nur Amin, S.Pd menjelaskan bahwa penyelenggaraan Festival Mappadendang dan Tari Sere Api merupakan hasil perjuangan panjang bersama masyarakat melalui dukungan Dana Indonesiana dari Kementerian Kebudayaan. 

Menurutnya, budaya merupakan ruh kehidupan sekaligus perekat persatuan masyarakat. Oleh karena itu, menjaga budaya berarti menjaga jati diri bangsa.

Turur hadir, A. Kalim / Petta Pabbicara, A. Sarnwia Oddang / Petta Hangnga, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kab. Barru, Kadis Parekrfpora Barru, Kadis TPHP Barru, Camat Pujananting, Danpos TNI Pujananting, Kepala Desa Gattareng, para Kades Se Kec. Pujananting, Ketua Panitia, para Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Para Penyuluh pertanian, Mahasiswa KKN Unhas.
×
Berita Terbaru Update