Komitmen tersebut disampaikan Wakil Bupati Barru, Dr. Ir. Abustan A. Bintang, M.Si., saat mewakili Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, S.H., M.Si., menghadiri Rapat Koordinasi Penerapan Perluasan Budidaya Padi melalui Program Petani Modern–Advanced Agriculture System (PM-AAS) di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Senin (20/7/2026).
Wakil Bupati hadir didampingi Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Barru, Ir. Ahmad, M.M., sebagai bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Barru dalam menyukseskan implementasi Program PM-AAS.
"Kami berkomitmen mendukung penuh pelaksanaan Program PM-AAS. Dengan sinergi seluruh pemangku kepentingan, kami optimistis target yang telah ditetapkan dapat tercapai sehingga mampu meningkatkan produktivitas pertanian, memperkuat ketahanan pangan, dan meningkatkan kesejahteraan petani," ujar Abustan.
Dengan penerapan pertanian modern melalui Program PM-AAS, kami optimistis produksi dan produktivitas, khususnya komoditas padi, dapat terus meningkat," tegasnya.
Ia menambahkan, keberhasilan program tersebut sangat ditentukan oleh penerapan teknologi pertanian modern, penguatan sarana dan prasarana, serta kolaborasi yang erat antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dan seluruh pemangku kepentingan.
Rapat koordinasi yang diikuti seluruh bupati dan wali kota se-Sulawesi Selatan beserta jajaran terkait itu merupakan bagian dari langkah pemerintah dalam mendukung Program Swasembada Pangan Berkelanjutan melalui penerapan Pertanian Modern–Advanced Agriculture System (PM-AAS) dengan target pengembangan seluas 1 juta hektare pada tahun 2026.
Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan komitmen pencapaian target PM-AAS Provinsi Sulawesi Selatan seluas 91.340 hektare sebagai bentuk sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten/kota dalam mempercepat terwujudnya swasembada pangan nasional.
Khusus Kabupaten Barru, Pemerintah Kabupaten Barru turut menandatangani komitmen pelaksanaan Program PM-AAS seluas 2.227 hektare. Jadwal tanam yang semula direncanakan pada periode Juli–September 2026 disesuaikan menjadi Oktober–November 2026 sebagai langkah antisipasi terhadap potensi dampak El Nino di wilayah pantai barat Sulawesi Selatan, sehingga pelaksanaan program dapat berjalan lebih optimal dan target peningkatan produksi padi dapat tercapai.
"Alhamdulillah, sebagai upaya menyiasati kondisi alam, khususnya perubahan iklim, kita harus mengikuti kondisi iklim, bukan melawannya. Karena itu, kabupaten yang berada di zona pantai barat, termasuk Barru, diberikan penyesuaian jadwal tanam dengan mempertimbangkan kondisi iklim",katanya.
