Mengawali sambutannya, Wakil Bupati menyampaikan salam hormat dan permohonan maaf dari Bupati Barru yang berhalangan hadir karena agenda di Makassar, sekaligus menitipkan sejumlah pesan penting kepada seluruh kafilah yang akan bertanding.
Dalam arahannya, Wakil Bupati menyoroti kondisi peserta yang terlihat tegang. Ia pun mengajak seluruh kafilah untuk lebih rileks dan menikmati proses.
Ia mengingatkan bahwa tekanan mental kerap menjadi faktor kegagalan, bahkan bagi peserta yang sebenarnya sangat diunggulkan.
“Pernah ada yang seharusnya juara satu, tapi karena stres, hanya satu ayat salah. Padahal semua orang sudah yakin dia nomor satu. Ini pelajaran penting,” ungkapnya.
Ia juga menekankan bahwa suasana hati yang bahagia menjadi faktor penting dalam menunjang performa peserta. Karena itu, ia meminta tim pendamping untuk benar-benar memperhatikan kebutuhan kafilah.
“Kalau mau tampil maksimal, anak-anak kita harus bahagia. Jangan sampai terlambat makan. Kalau perlu siapkan dapur 1x24 jam. Anak lapar, makan. Itu penting,” tegasnya.
Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan, termasuk konsumsi vitamin, mengingat kondisi fisik sangat berpengaruh terhadap kualitas penampilan.
Dalam aspek pembinaan, Wakil Bupati menekankan pentingnya disiplin. Ia meminta peserta untuk mematuhi arahan pelatih, menjaga waktu istirahat, serta mengurangi penggunaan telepon genggam.
“Kalau disuruh istirahat, istirahat. Jangan terlalu banyak pegang handphone. Istirahat jam 9, ya jam 9. Bangun tahajud, salat berjamaah, dan perbanyak doa,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis, tetapi juga oleh kekuatan spiritual.
“Sehebat apa pun suara kita, kalau Allah tidak berkehendak, tidak akan jadi. Tapi kalau Allah berkehendak, insyaAllah bisa juara,” katanya.
Lebih jauh, ia menegaskan bahwa MTQ bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan bagian dari syiar Islam dan pembentukan karakter umat.
“Juara itu penting, tapi bukan tujuan akhir. Tujuan kita adalah bagaimana memahami Al-Qur’an dan menjadikannya sebagai budaya dalam kehidupan sehari-hari,” tegasnya.
Pada kesempatan ini, Wakil Bupati juga menyoroti pentingnya pembinaan berkelanjutan, bahkan bagi kalangan pejabat dan masyarakat umum.
“Kita ini semua perlu belajar. Harus ada pembinaan, supaya bacaan Al-Qur’an kita semakin baik. Jangan sampai masih ada yang keliru,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa Pemerintah Daerah akan terus memberikan perhatian dan dukungan kepada para peserta, termasuk berupaya mengusulkan pemberian hadiah umrah bagi para juara di tingkat provinsi.
“Insya Allah kita terus berdoa. Kami juga akan berupaya semaksimal mungkin agar para juara di tingkat provinsi nantinya dapat diberikan hadiah umrah. Hal ini akan kami laporkan dan mohonkan izin kepada Ibu Bupati,” ujarnya,
Sebagai penutup, Wakil Bupati juga mengingatkan seluruh kafilah untuk senantiasa menjaga nama baik Kabupaten Barru selama mengikuti ajang tersebut.
“Dan yang terakhir, jagalah nama baik Barru. Kita ini membawa nama ‘Barru’, yang selaras dengan makna Al-Barru — Yang Maha Baik, Maha Penuh Kasih. Dalam Surah At-Tur ayat 28 disebutkan: Innahu huwal barrur rahim — sesungguhnya Allah Maha Melimpahkan Kebaikan lagi Maha Penyayang,” ujarnya.
“Maka, tunjukkan akhlak terbaik di kampung orang. Apa pun yang terjadi selama di Maros nanti, hadapi dengan sabar. Karena sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar — Innallaha ma’as shabirin. Dan yang tidak kalah penting, ikhlaslah menerima setiap hasil yang diperoleh,” pungkasnya.
Sementara itu Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Barru, H. Imran, dalam sambutannya, menyampaikan harapan besar agar kafilah Barru mampu meraih prestasi terbaik pada ajang MTQ tingkat Provinsi Sulsel.
Ia menegaskan bahwa keikutsertaan kafilah bukan sekadar berpartisipasi, tetapi harus dibarengi dengan tekad kuat untuk meraih juara.
“Kita punya prinsip, pergi berlomba harus juara. Mudah-mudahan tahun ini kafilah Barru bisa meningkatkan capaian prestasinya,” ujarnya.
Selain itu, ia mengungkapkan harapan adanya perhatian dan dukungan dari pemerintah daerah bagi para peserta yang berhasil meraih prestasi.
Sebelumnya, Ketua LPTQ Kab.Barru, Abubakar yang di wakili oleh Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesra, H. Jamaluddin, dalam laporannya menyebutkan kesiapan kafilah Kab.Barru telah pada MTQ ke-34 tingkat Provinsi Sulsel di Kab. Maros yang akan berlangsung pada 12 hingga 18 April 2026.
Ia menjelaskan, jumlah kafilah yang diberangkatkan sebanyak 120 orang, terdiri dari peserta lomba, officer dan pelatih. Para peserta akan mengikuti berbagai cabang lomba, di antaranya tilawah Al-Qur’an, hifdzil Qur’an, fahmil Qur’an, syarhil Qur’an, kaligrafi, tafsir Al-Qur’an, hingga karya tulis ilmiah Al-Qur’an.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa Kabupaten Barru menargetkan peningkatan prestasi dengan harapan dapat menembus 10 besar tingkat provinsi, sekaligus menegaskan bahwa keikutsertaan dalam MTQ tidak hanya berorientasi pada prestasi, tetapi juga sebagai bagian dari syiar Islam dan menjaga nama baik daerah sebagai “Kota Santri”.
Turut hadir, Kabag Kesra Setda Barru dan jajaran, Sekretaris DMI Kab.Barru, jajaran Kantor Kemenag Barru, official pelatih dan para peserta Kafilah Kab.Barru.
