Parepare - Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) dan Pemerintah Kota (Pemkot) Parepare memperingati Hari Jantung Sedunia (World Heart Day) dengan menggelar kegiatan bertajuk “Don’t Miss A Beat” di Taman Matarotasi, Kelurahan Labukkang, Kecamatan Ujung, Minggu, 21 September 2025.
Peringatan World Heart Day (WHD) ini, dirangkaikan dengan tiga kegiatan Utama, yakni Senam Jantung Sehat, simulasi Bantuan Hidup Dasar (BHD), dan Talkshow Kesehatan jantung.
Acara tersebut dibuka oleh Wali Kota Parepare, Tasming Hamid. Dihadiri Wakil Wali Kota, Hermanto, Ketua Tim Penggerak PKK, dr Andi Arfiah Tasming, Wakil Ketua Tim Penggerak PKK, Sri Tanty Nasrah, jajaran pejabat lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Parepare, jajaran direksi RSUD Andi Makkasau dan Rumah Sakit Hasri Ainun Habibie, jajaran IDI dan PPNI, para dokter, perawat dan tenaga Kesehatan dari puskesmas, BUMN, Dinas Pemadam Kebakaran, dan BPBD.
Pada kesempatan itu, Wali Kota Tasming Hamid menekankan pentingnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan jantung, mengingat penyakit jantung masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia.
“Untuk menjaga jantung, kita harus rutin berolahraga, bergerak, dan mengatur pola hidup sehat,” ujar Tasming di hadapan peserta kegiatan.
Kegiatan diawali dengan senam jantug sehat bersama masyarakat sebagai bentuk kampanye pola hidup aktif. Selain itu, digelar juga simulasi dan penyuluhan bantuan hidup dasar (BHD) guna menambah pengetahuan masyarakat dalam menangani kondisi henti jantung mendadak.
“Pengetahuan BHD sangat penting, karena bisa menjadi penentu hidup atau mati seseorang dalam situasi darurat,” tegas Tasming.
Ia mengajak agar masyarakat tidak hanya menjaga fisik, tetapi juga keseimbangan emosi dan pikiran.
“Jantung bukan hanya tentang denyut nadi, tapi juga ketenangan hati. Hidup sehat juga berarti hidup seimbang,” kata Tasming.
Melalui kegiatan ini, IDI, PPNI, dan Pemkot Parepare berharap masyarakat memiliki pengetahuan dasar yang cukup untuk mencegah maupun menangani kondisi darurat jantung, serta semakin disiplin menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.
Tak hanya itu, masyarakat juga diharap semakin sadar akan pentingnya menjaga jantung sehat, demi mewujudkan kualitas hidup yang lebih baik. (*)
