Notification

×

Ber-Medsos Ala Lukmanul Hakim

Kamis, 28 Desember 2023 | 20.39 WIB Last Updated 2023-12-28T12:46:21Z
Rizqi Maulida Muchtar 

Siapa sih Lukmanul Hakim?


Lukmanul Hakim, juga dikenal sebagai Luqman Al-Hakim, adalah sosok yang terkenal karena kebijaksanaan dan ajarannya yang terdapat dalam Al-Quran. Ia dikenal sebagai ahli hikmah yang bijaksana, dan kisah keteladanannya terdapat dalam surat Luqman ayat 12-19. Selain itu, terdapat kajian mengenai pendidikan Luqman Al-Hakim yang merupakan salah satu metode pendidikan yang tertulis dalam Al-Quran. Berikut aspek penting dari Lukmanul Hakim yang dapat dipertimbangkan dalam bermedia social.


Menyebarkan kedamaian dan perilaku etis


Lukmanul Hakim mengajarkan pentingnya menyebarkan kedamaian dan perilaku etis dalam Islam. Dalam bermedia sosial, individu dapat menggunakan platform media sosial untuk berbagi konten yang bermanfaat dan positif, sambil mematuhi pedoman etis yang ditetapkan dalam Islam


Integritas, kerendahan hati, dan empati


Ajarannya juga dapat menjadi panduan bagi individu untuk menunjukkan integritas, kerendahan hati, dan empati dalam interaksi online mereka, sesuai dengan prinsip etis Islam. Segala hal yang dibagikan di medsos haruslah berprinsip menyebarkan kebaikan dan membawa kemanfaatan.


Mengutamakan akhlak


Pendidikan akhlak ber-media sosial dalam konteks media sosial mencakup menjaga privasi dan hormat, menghormati orang lain, menjunjung tinggi keakuratan informasi, dan menghindari kebencianan dan berita palsu.


Secara keseluruhan, bermedia sosial ala Lukmanul Hakim melibatkan dan memperhatikan ajaran-ajaran dan keteladanan Lukmanul Hakim dalam menjaga akhlak, etika, dan pendidikan yang sesuai dengan ajaran Islam. Hal ini mencakup menyebarkan kedamaian, perilaku etis, integritas, kerendahan hati, dan empati dalam interaksi online, serta menjaga privasi dan hormat, menghormati orang lain, menjunjung tinggi keakuratan informasi, dan menghindari kebencianan dan berita palsu.


Pendidikan akhlak bermedsos (bermedia sosial) dalam lingkungan keluarga Islam juga perlu memperhatikan pengaruh teknologi terhadap anak. Pendidikan anak dalam keluarga di era digital menuntut perhatian khusus terhadap pengaruh teknologi terhadap perkembangan akhlak anak. Oleh karena itu, orang tua dan guru perlu melakukan upaya konkret, seperti pengenalan konsep akhlak, memberikan keteladanan, dan mengontrol lingkungan anak, untuk mendidik akhlak anak di era digital.


Dengan demikian, pendidikan akhlak dalam lingkungan keluarga Islam perlu disesuaikan dengan perkembangan teknologi dan medan sosial yang dihadapi anak-anak saat ini. Orang tua dan guru perlu bekerja sama dalam meningkatkan pemahaman, sikap, dan keterampilan dalam mendidik akhlak anak, serta menghadapi tantangan yang muncul akibat pengaruh media sosial dan perkembangan teknologi. ***


Rizqi Maulida Muchtar, Mahasiswa S-2 IAIN Parepare

×
Berita Terbaru Update