Notification

×

Iklan

Iklan

Vaksinasi Dimulai Awal 2021, Jokowi: Saya Harap Tak Ada yang Menolak

Minggu, 20 Desember 2020 | Desember 20, 2020 WIB Last Updated 2020-12-19T16:46:00Z

 

Foto : Instagram/@jokowi

PAREPAREINFORMASI.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan siap menjadi yang pertama disuntik vaksin Covid-19. Hal itu dilakukan untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap keamanan vaksin.

Hal ini diampaikan pada saat bertemu dengan sejumlah pelaku usaha kecil, mikro, dan menengah (UMKM) di Istana Bogor, Jawa Barat, untuk memberikan bantuan modal kerja.
Mulanya, Jokowi menanyakan kesediaan para pelaku UMKM yang hadir untuk divaksin jika vaksin sudah siap. Namun, tak ada yang mengangkat tangan tanda bersedia.
Jokowi kemudian bertanya ulang. Para peserta yang hadir pun nampak mengangkat tangan mereka.
"Saya tanya sekali lagi, siapa yang hadir di sini nanti ingin divaksin? Tadi kok enggak mau?" kata Jokowi melalui tayangan YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (18/12/2020).
"Saya harapkan semuanya mau, tidak ada yang menolak," kata Jokowi seperti dilansir dari kompas.com
Ia mengatakan, pemerintah akan menjamin keamanan vaksin Covid-19.

Sebelumnya, Jokowi menyatakan bahwa proses vaksinasi ditargetkan bisa berjalan pada Januari 2021. Meski vaksin Covid-19 sudah tersedia di Tanah Air, tapi dia menegaskan tahap vaksinasi tidak dapat langsung dilakukan karena masih harus menunggu izin dari BPOM.

"Vaksinnya sudah ada, tapi vaksinasinya akan dimulai di bulan Januari 2021," ujarnya.

Selain itu, pemerintah bakal memastikan kehalalan vaksin. Terkait hal ini, Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Kementerian Agama telah dilibatkan untuk melihat proses pengujian vaksin hingga ke pabriknya.
"Nanti dari MUI juga akan mengeluarkan mengenai kehalalan dari vaksin itu," ujar Jokowi.
Jokowi pun kembali menegaskan bahwa ia bakal menjadi orang pertama di Indonesia yang divaksinasi Covid-19. Hal ini untuk membuktikan bahwa vaksin terjamin keamanannya.
Namun demikian, kata Jokowi, proses vaksinasi di Indonesia akan dilakukan secara bertahap karena jumlah penduduk yang harus divaksin di Tanah Air sangat besar, yakni 67-70 persen atau sekitar 182 juta orang. 
Jokowi mengatakan, pemerintah telah memutuskan menggratiskan vaksin Covid-19 bagi seluruh masyarakat.
Sebab, pemerintah menilai, vaksinasi penting untuk menciptakan herd immunity atau kekebalan komunitas guna mengakhiri pandemi Covid-19.
"Ini yang harus kita mengerti kenapa harus minimal 70 persen yang disuntik, supaya terdapat yang namanya kekebalan komunal, yang namanya herd immunity," kata dia.
(Ito) 
×
Berita Terbaru Update