Notification

×

Iklan

Iklan

Penjualan XL dan Indosat Melejit saat Pandemi, Telkomsel Kok Malah Turun?

Senin, 09 November 2020 | November 09, 2020 WIB Last Updated 2020-11-09T13:32:56Z

 PT Telekomunikasi Selular atau Telkomsel mencatatkan pendapatan perusahaan turun pada kuartal III 2020 menjadi Rp 65,13 triliun dari periode yang sama tahun lalu Rp 68,32 triliun. Turunnya pendapatan ini berpengaruh pada laba bersih yang diperoleh menjadi Rp 18,02 triliun dari sebelumnya Rp 19,31 triliun


Berbeda dengan Telkomsel, dua pesaingnya yaitu PT XL Axiata Tbk dan PT Indosat Tbk justru mengalami kenaikan pada pendapatan dan laba sepanjang kuartal III 2020. Kenaikan ditopang oleh meningkatnya penggunaan paket data internet pelanggan selama masa pandemi yang lebih banyak berkegiatan di rumah.


XL Axiata berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp 2,07 triliun selama sembilan bulan pertama di 2020. Perolehan ini naik signifikan 316,32 persen dari periode yang sama di tahun sebelumnya Rp 498,41 miliar.

Sedangkan total pendapatan Indosat Ooredoo meningkat 9,2 persen dibanding tahun sebelumnya menjadi Rp 20,6 triliun yang di antaranya berasal dari pendapatan seluler meningkat 12,9 persen dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp 17 triliun.


Lantas kenapa penjualan Telkomsel justru turun?

Vice President Corporate Communications Telkomsel Denny Abidin menjelaskan, masa darurat pandemi COVID-19 sejak awal 2020 terus memberikan tantangan dalam perlambatan ekonomi secara nasional maupun global, terutama pada kuartal kedua dan seterusnya, termasuk daya beli masyarakat yang berkurang dan kendala pendapatan tambahan yang akan mengurangi belanja konsumen.


"Sedangkan untuk industri telekomunikasi relatif tahan terhadap penurunan, namun tetap memberi pengaruh bagi Telkomsel dalam menghadapi peralihan perilaku konsumen yang semakin cepat dalam adopsi peralihan layanan data dari bisnis legacy, ditambah persaingan industri yang semakin dinamis," katanya kepada kumparan, Senin (9/11).


Hingga kuartal tiga tahun ini, Telkomsel mencatat pendapatan dari bisnis layanan data tumbuh 10,8 persen year on year (yoy).


Sumber/Selengkapnya : Kumparan.com


×
Berita Terbaru Update