Notification

×

Iklan

Iklan

Mengenal Letnan Jenderal TNI Andi Abdullah Bau Massepe Yang Namanya Diabadikan Nama Jalan di Kota Parepare

Selasa, 10 November 2020 | November 10, 2020 WIB Last Updated 2020-11-10T03:44:08Z

 

Letnan Jenderal TNI Andi Abdullah Bau Massepe (lahir di Massepe, Kabupaten Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan, pada tahun 1918 - wafat di Pare-pare, Sulawesi Selatan, pada tanggal 2 Februari 1947 pada umur 29 Tahun) adalah pejuang heroik dari daerah Sulawesi Selatan. Ia merupakan Panglima pertama TRI Divisi Hasanuddin dengan pangkat Letnan Jendral[1].

Dilansir dari Wikipedia Ia dianugerahi gelar Pahlawan nasional Indonesia oleh presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 9 November 2005 dalam kaitan peringatan Hari Pahlawan 10 November 2005.

Dia diakui sebagai pejuang yang teguh pendirian dan berani berkorban demi tegaknya NKRI. Hal ini diakui oleh Westerling yang disampaikan kepada istrinya, A. Soji Petta Kanjenne, dia berkata; “suamimu adalah jantan dan laki-laki pemberani. Ia bertanggung jawab atas semua tindakannya, tidak mau mengorbankan orang lain demi kepentingan sendiri, sikap jantan ini sangat saya hormati.”

Semasa hidupnya pernah mengecap pendidikan formal pada Sekolah Rakyat selama 1 tahun (1924), HIS (Hollands Inslander School (selesai 1932). Selain itu Dia juga memperoleh pendidikan dilingkungan kerajaan yang dikenal dengan pangngadereng dikalangan budaya Bugis Makassar.

Jabatan pada organisasi yang pernah dipimpin oleh dia antara lain:

Panglima Pertama TNI Divisi Hasanuddin dengan pangkat Lentan Jenderal

Ketua Bunken Kanrekan Pare-Pare, Ketua Organisasi SUDARA afderling Pare-Pare

Ketua Pusat Keselamatan Rakyat Penasehat Pemuda/Pandu Nasional Indonesia

Ketua Umum BPRI (Badan Penunjang Republik Indonesia)

Kordinator perjuangan bersenjata bagi pemuda di Sulawesi Selatan

Tanda Jasa Sunting

Piagam Gelar Pahlawan Nasional dari President Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono pada 7 November 2005

Bintang Mahaputra Adipradana dari President RI, Susilio Bambang Yudhoyono, pada tahun 2005

Angugerah Bintang Gerilja Setjara Anumerta dari President RI, Ir.Soekarno, nomor 175, 12 Agustus 1959.

×
Berita Terbaru Update